Panduan Asuransi Mobil Lengkap Dari A Sampai Dengan Z

Asuransi mobil memiliki pertumbuhan yang cukup bagus setiap tahunnya. Hal ini yang membuatnya menjadi salah satu sumber bisnis yang cukup menguntungkan bagi sebagian perusahaan asuransi.

Dalam artikel kali ini kami akan memberikan ulasan singkat tentang beberapa hal berikut :

1) Apa itu asuransi mobil

2) Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor

3) Pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor

4) Jaminan asuransi kendaraan mobil

5) Pengecualian asuransi kendaraan mobil

6) Cara pengajuan asuransi kendaraan mobil

7) Cover dan tarif asuransi kendaraan mobil

8) Harga pertanggungan

9) Klaim

10) Warranty

11) Hal-hal lainya yang terkait asuransi

12) Beberapa definisi asuransi yang perlu diketahui

Tujuan dari artikel ini adalah memberikan wawasan dan gambaran tentang apa itu asuransi mobil dan manfaat apa yang dapat dirasakan oleh banyak orang terhadap layanan ini.

Pengertian Asuransi Mobil

Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 1992, asuransi memiliki pengertian sebagai berikut :

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kerugian keuangan tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti; atau

Untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Jika hal ini dikaitkan dengan asuransi mobil, maka asuransi mobil adalah perjanjian antara dua pihak dengan mana pihak penanggung mengikatkan dirinya kepada tertanggung dengan menerima pembayaran premi untuk mengganti kerugian keuangan tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti.

Sebelum penerbitan polis asuransi perjanjian, tertanggung harus menanda tangani pengajuan asuransi dan telah menyetujui semua pasal-pasal perjanjian asuransi beserta besaran pembayaran premi yang diwajibkan harus dibayar.

Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Bermotor

Penjualan mobil yang semakin meningkat setiap tahun, menjadikannya menjadi salah satu target market untuk penawaran jasa asuransi mobil. Walaupun bisnis lainnya seperti pencucian mobil, modifikasi mobil, bengkel mobil dan lain sebagainya akan meningkat seiring laris manisnya penjualan mobil.

Salah satu market pasar yang cukup tinggi perkembangan penjualannya adalah mobil merek toyota, walau pun merek lainnya pun memiliki jumlah nilai jual yang cukup signifkan dalam hal nilai rupiahnya. ( Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180628072044-384-309713/penjualan-kendaraan-meningkat-toyota-pimpin-pasar-roda-empat)

Dari data ini, maka dapat diperkirakan bahwa pertumbuhan asuransi mobil pun akan meningkat pula. Karena kebanyakan penjualan mobil akan dilekatkan polis asuransi, walaupun tidak semuanya.

Pertumbuhan Asuransi Kendaraan Bermotor

Pertumbuhan asuransi mobil pun cukup signifikan setiap tahunnya. Hal ini menguatkan pendapat kami yang di atas bahwa pertumbuhan asuransi mobil akan meningkat seiring dengan peningkatan penjualan mobil. (Sumber : http://finansial.bisnis.com/read/20180629/215/811256/pertumbuhan-industri-asuransi-masih-signifikan-hingga-mei-2018)

Karena salah satu fungsi dari asuransi mobil adalah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemilik mobil, maka pertumbuhan asuransi mobil pun bisa meningkat seiring dengan pertumbuhan penjualan mobil.

Pemilik mobil bisa merasa aman ketika berkendara. Sebagai contoh, pemilik mobil akan merasakan manfaat asuransi ketika terjadi kecelakaan yang membutuhkan biaya perbaikan yang besar.

Misalkan saja ketika menyerempet bahu jalan yang merusak pintu depan belakang dan kaca spion. Tentu akan terasa sangat memberatkan jika tidak ada asuransi.

Saat ini manfaat asuransi sangat dirasakan oleh pemilik asuransi. Sehingga ada saling tolong menolong saat terjadi musibah bagi sesama pemilik polis asuransi.

Jaminan Asuransi Mobil

Di dalam polis asuransi mobil akan dilekatkan hal-hal apa saja yang dijamin di dalam polis asuransi, sehingga setiap terjadi kerusakan atau kerugian terhadap mobil yang dipertanggungkan, pihak tertanggung akan menerima ganti rugi sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku.

Untuk memberikan gambaran secara umum tentang hal-hal apa saja yang dijamin di dalam asuransi mobil, berikut kami lekatkan beberapa contoh jaminan polis asuransi kendaraan bermotor.

1) Tabrakan

Tabrakan yang terjadi misalnya menabrak pagar pembatas, menabrak gedung, menabrak rumah dan lain sebagainya. Jika terjadi kerusakan pada mobil dan benda yang ditabrak, maka keduanya dapat diperbaiki sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku di polis.

2) Terbalik

Dengan suatu kondisi tertentu, mobil akan terbalik dan menyebabkan kerusakan yang dapat diperbaiki.

3) Pencurian

Pencurian yang terjadi bisa didahului atau disertai atau diikuti dengan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan seperti yang disebutkan dalam pasal 362, 363 ayat (3), (4), (5) dan pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

4) Kebakaran

Kebakaran dapat terjadi dengan beberapa sebab berikut :

4.a) Kebakaran yang terjadi bisa karena benda lain yang berdekatan

4.b) Kebakaran terjadi karena sambaran petir

4.c) Kerusakan yang diakibatkan oleh alat-alat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran. Misalnya adanya penggunaaan air, APAR atau alat pemadam lainnya yang dapat menyebakan kerusakan pada mobil.

5) Kapal berada di penyeberangan kapal

Jika suatu mobil diangkut oleh kapal melewati laut atau sungai, dimana kapal tersebut berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, maka jika terjadi kerugian seperti kerugian yang disebutkan di atas, atau kapal tersebut mengalami kecelakaan, sehingga mobil tersebut mengalami kerusakan atau kerugian, maka pemilik mobil akan menerima penggantian klaim asuransi.

6) Tanggung jawab hukum pihak ketiga

Tanggung jawab hukum pihak ketiga adalah suatu jaminan asuransi yang nilainya terpisah dari perhitungan premi untuk motor atau mobil itu sendiri. Sehingga tarif preminya pun berbeda.

Contoh jaminan ini adalah jika mobil menabrak orang lain. Maka jika terjadi kerugian atau kerusakan terhadap pihak yang ditabrak, maka asuransi akan menggantinya sebesar maksimal jumlah tanggung jawab hukum pihak ketiga tersebut.

Jaminan asuransi yang disebutkan di atas hanyalah contoh dari banyak kemungkinan jaminan asuransi mobil.

Satu hal yang perlu diingat oleh pemilik polis asuransi adalah bahwa setiap kerugian yang terjadi tidak boleh disengaja, karena dengan demikian jaminan asuransi akan tidak berlaku lagi.

Pengecualian Asuransi Mobil

Selain adanya jaminan yang pasti dibayar atau diganti kerugiannya oleh pihak penanggung, namun ada beberapa contoh hal pengecualian yang harus dipatuhi oleh pihak tertanggung. Jika hal ini terjadi, maka jaminan asuransi akan tidak berlaku. Atau dengan kata lain, kerusakan atau kerugian yang terjadi tidak akan menerima ganti rugi dari penanggung.

1) Kerusakan yang terjadi saat kendaraan tersebut digunakan untuk mengajari mengemudi

2) Mobil digunakan untuk tindak kejahatan, misalnya untuk mencuri barang.

3) Mobil digunakan untuk menarik atau mendorong mobil lain

4) Mobil digunakan untuk melakukan penipuan, penggelapan dan atau lain-lainnya yang sejenis

5) Mobil digunakan untuk tindak kejahatan yangn dilakukan oleh suami atau istri, anak, orang tua atau saudara sekandung dari pemilik asuransi atau mobil tersebut.

6) Terjadi kelebihan muatan seperti yang telah ditetapkan oleh pihak pabrikan.

7) Terjadi kerusakan karena adanya gempa bumi, letusan gunung merapi, banjir, kerusuhan massal, dan lain sebagainya

8) Terjadi kerusakan karena adanya reaksi nuklir, reaksi radio aktif, dan lainnya yang sejenis

9) Tidak menjamin perlengkapan tambahan yang ada di mobil. Misalnya ban cadangan atau rak yang ada di atap mobil.

10) Tidak menjamin timbulnya ausnya barang. Misalnya barang yang dibeli baru, harganya 3 juta. Kemudian saat terjadi kerusakan harganya turun menjadi 2,5 juta, maka penggantiannya tetap 2,5 juta tersebut.

Sebenarnya masih banyak contoh pengecualian yang dapat diterapkan di dalam polis asuransi kendaraan bermotor dalam hal ini asuransi mobil.

Cara Pengajuan Asuransi

Pemilik mobil atau yang memiliki kepentingan terhadap mobil tersebut, dapat mengajukan permohonan penutupan asuransi kepada perusahaan asuransi yang sudah terpercaya atau melalui agen resmi dari perusahaan asuransi.

Berikut beberapa langkah pengajuan asuransi :

1) Mengisi form surat permohonan penutupan asuransi kendaraan bermotor.

2) Melampirkan foto kopi KTP asli.

3) Melampirkan foto kopi STNK asli.

4) Melakukan survey terhadap mobil yang akan diasuransikan.

5) Tanda tangan surat permohonan asuransi

Untuk berkas KTP dan STNK asli akan diperiksa saat bertemu dengan petugas yang terkait, kemudian lampiran yang diberikan adalah fotokopi-nya saja.

Contoh surat permohonan asuransi

a) Tampak Depan

Ini adalah alt nya

b) Tampak Belakang

Ini adalah alt nya

Proses selanjutnya adalah surat tersebut akan diperiksa dan jika disetujui, maka pihak asuransi akan memberikan tanda persetujuan asuransi dengan menerbitkan polis asuransi beserta ikhtisar asuransi.

Polis asuransi dan ikhtisar polis asuransi adalah dua hal yang harus selalu dijadikan satu sebagai satu kesatuan yang memberikan keterangan semua jaminan dan segala hal lainnya terkait dengan polis asuransi yang telah diterbitkan.

Tata Cara Pengisian Form Surat Pengajuan Asuransi Mobil

a) Nama pemohon diisi dengan nama pemohon yang terlampir di dalam lampiran pengajuan. Contohnya adalah KTP pemohon atau jika perusahaan, maka dapat dilampirkan petugas yang mewakilinya.

Contoh Nama Pemohon:

Umar Bin Kayam

atau

PT Maju Sejahtera Makmur QQ Umar Bin Qayam

b) Alamat diisi dengan alamat sesuai KTP atau perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap asuransi mobil tersebut.

c) Penggunaan kendaraan diisi dengan kegunaan kendaraan tersebut sehari-hari. Jika digunakan untuk keluarga dan bekerja, maka penggunaannya adalah pribadi. Jika digunakan untuk ojek atau taksi online, maka diisi dengan taksi atau angkutan umum

d) Untuk merek, nomor polisi, nomor rangka dan nomor mesin diisi dengan info yang tertera di dalam STNK. Tentu sebaiknya semua keterangan tersebut disesuaikan dengan mobil yang sebenarnya. Keterangan survey dapat dilampirkan berupa gesek rangka dan mesin serta foto lengkap luar dan dalam mobil.

e) Jika ada tambahan aksesoris mobil, misalnya ban belakang atau rak atas mobil, maka sebaiknya dicantumkan dalam harga pertanggungan agar dapat diperhitungkan dalam penggantian jika terjadi kerusakan atau kehilangan.

f) Isilah bagian cover apa yang diinginkan, misalnya asuransi all risk, total risk atau berapa besarnya tanggung jawab hukum pihak ketiga yang diinginkan.

Menurut kami, beberapa hal tersebut adalah hal-hal utama yang harus diisi. Untuk hal-hal lainnya, calon tertanggung dapat menanyakan langsung kepada pihak agen resmi atau petugas yang terkait untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang tambahan cover asuransi yang ada.

Cover, Tarif Dan Perhitungan Premi Asuransi

Cover asuransi mobil terbagi dari dua jenis, yaitu :

1) Cover asuransi all risk

Asuransi mobil all risk akan memberikan ganti rugi terhadap semua kerugian yang terjadi yang ada dijamin di dalam polis asuransi. Jika perusahaan asuransi tersebut menggunakan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia, maka jaminan yang berlaku adalah sesuai dengan polis standar tersebut.

Tarif Asuransi

Tarif yang dipakai adalah tarif all risk. Besarannya minimal kira-kira 1,5 %.

Berikut ini contoh perhitungannya :

Harga Mobil = Rp. 200 juta

Premi Asuransi = Rp. 200 juta x 1,5 % = Rp. 3 juta

Biaya polis dan meterai = Rp. 30.000,00

Total biaya = Rp. 3 juta + Rp. 30.000,00 = Rp. 3.030.000,00

2) Cover asuransi total lost

Asuransi tlo atau total lost only hanya akan memberikan ganti rugi terhadap kerugian yang terjadi secara total terhadap mobil yang diasuransikan. Kerugian total yang dimaksud disini adalah kerugian yang mengakibatkan kerusakan kurang lebih minimal 75% dari harga total mobil tersebut.

Contoh : Harga mobil Rp. 100 juta.

Kerusakan total minimnya adalah = Rp. 100 juta x 75% = Rp. 75 juta

Tarif Asuransi

Besaran tarif asuransi untuk asuransi total lost cukup murah, kurang lebih 0,5%.

Berikut contoh perhitungan preminya :

Harga mobil = Rp. 100 juta

Premi asuransi = Rp. 100 juta x 0,5% = Rp. 500.000,00

Biaya polis dan meterai = Rp. 30.000,00

Total biaya = Rp. 500.000,00 + Rp. 30.000,00 = Rp. 530.000,00

b) Cover tanggung jawab hukum pihak ketiga

Jaminan ini akan diberikan jika pemohon asuransi membayar sejumlah premi yang besarnya kurang lebih 0,5% sampai dengan 1% dari nilai pertanggungan tanggung jawab pihak ketiga yang diasuransikan.

Contoh :

Nilai tanggung jawab pihak ketiga yang diasuransikan = Rp. 20 juta.

Tarif = 1%

Maka, pihak tertanggung akan membayar premi dengan perhitungan berikut ini :

Premi = Rp. 20 juta x 1% = Rp. 200.000,00

Cover tanggung jawab pihak ketiga bisa dilekatkan di asuransi mobil dengan jaminan all risk atau jaminan total lost only.

Jika menggunakan cover all risk, maka total preminya adalah total premi untuk mobil tersebut ditambah dengan total premi untuk tanggung jawab hukum pihak ketiga. Demikian pula perhitungan premi untuk cover total lost only.

Harga Pertanggungan

Harga pertanggungan yang diasuransi harus sesuai dengan harga mobil saat diasuransikan. Jika mobil tersebut dalam kondisi baru, maka mobil tersebut harus dinilai sebesar harga pembelian.

Jika mobil yang diasuransikan dalam kondisi bekas, maka harga pasar dari mobil tersebutlah yang menjadi acuan nilai harga pertanggungan.

Harga Pertanggungan Di Bawah Nilai Pasar

Ada kalanya seseorang ingin mengasuransikan mobilnya dengan nilai yang tidak sebesar nilai pasar. Biasanya kondisi mobil tersebut adalah bekas. Jika demikian, apakah bisa dilakukan?

Pertanyaan ini kadang diajukan oleh pihak calon tertanggung. Jawabnya adalah bisa, tetapi nilainya tidak boleh terlalu jauh dari nilai pasar saat itu. Prosentase dari nilai penurunan harga pertanggungan ini kira-kira 10% dari harga mobil tersebut.

Contohnya adalah sebagai berikut :

Misalkan nilai pasar suatu mobil adalah Rp. 100 juta. Si pemilik mobil ingin mengansuransikan di bawah nilai pasar, maka nilai harga pertanggungan yang diperbolehkan adalah sebagai berikut :

Nilai harga pertanggungan di bawah pasar = Rp. 100 juta x 90% = Rp. 90 juta

Apapun covernya, apakah itu all risk atau total lost only, maka harga pertanggungan yang diasuransikan adalah sebesar itu.

Jika suatu saat terjadi klaim, maka nilai penggantiannya akan dinilai sebesar penurunan harga tersebut, atau dengan kata lain tidak sebesar nilai sebenarnya. Tentang hal ini, akan kami ulas di bagian klaim.

Klaim Asuransi

Setelah tertanggung membayar premi, maka secara otomatis, tertanggung berhak untuk menikmati manfaat dari asuransi tersebut ketika terjadi kerugian terhadap mobil yang diasuransikan.

Biaya klaim asuransi mobil bervariasi sesuai dengan tingkat kerugian yang dialami.

1) Tata cara klaim

Ketika terjadi klaim, tertanggung harus segera memberitahukan tentang terjadinya kerugian tersebut kepada pihak penanggung asuransi. Hal ini untuk memudahkan penanggung untuk segera melihat kerusakan yang terjadi dan akan segera diperiksa apakah klaim tersebut dapat segera diganti atau tidak.

Berikut tata cara singkat klaim asuransi :

1.a) Menelpon pihak penanggung atau datang langsung ke kanotr. Pihak penanggung biasanya memiliki bagian terkait yang disebut bagian klaim yang dapat memberikan layanan klaim sesegara mungkin.

1.b) Pihak asuransi akan mengirimkan petugasnya, dalam hal ini petugas klaim, untuk segera menindaklanjuti laporan klaim.

1.c) Pihak klaim akan memberikan laporan klaim tentang kerugian tersebut.

1.d) Pihak klaim akan memberikan jawaban kepada tertanggung, apakah klaim tersebut dapat disetujui atau tidak.

1.e) Jika klaim tersebut disetujui, petugas klaim akan memberikan perintah perbaikan kepada bengkel rekanan.

1.f) Bengkel akan memperbaiki sesuai dengan arahan dari pihak klaim

1.g) Pihak tertanggung membayar resiko sendiri sesuai dengan perjanjian asuransi

1.h) Mobil selesai diperbaiki

1.i) Tertanggung senang membawa pulang mobil yang telah mulus kembali

1.j) Selesai

Demikianlah contoh proses klaim untuk kerusakan mobil pada beberapa bagian tertentu, misalnya kerusakan pada bagian bemper depan, pintu mobil, penyok bagian belakang, dan lain sebagainya.

Simulasi ini tentunya bisa berbeda dengan yang ada di lapangan sebenarnya.

2) Klaim untuk kerugian total lost only

Jika mobil anda mengalami kerugian total, yaitu kerugian yang mengakibatkan kerusakan parah yang jika diestimasi nilai kerusakannya sama dengan atau lebih dari 75% dari harga mobil tersebut, maka beberapa hal berikut akan dilakukan dalam rangka penggantian klaim.

2.a) Mobil tersebut akan dilakukan perhitungan estimasi kerusakan di bengkel. Bengkel kemudian melaporkan nilai kerusakan kepada pihak penanggung.

2.b) Jika pihak penanggung menyetujui kerusakan tersebut sampai dengan 75% atau lebih yang mengakibatkan terjadinya kerugian total, maka pihak penanggung akan memberi ganti rugi sebesar nilai pasar mobil tersebut dikurangi dengan nilai lelang dari mobil yang rusak.

Berikut ini contoh perhitungan kasarnya :

Harga nilai pasar mobil = Rp. 100 juta

Kerusakan yang terjadi = 75% x Rp. 100 juta = Rp. 75 juta.

Nilai lelang mobil yang rusak = Rp. 40 juta.

Maka pihak penanggung akan memberikan ganti rugi sebesar berikut:

Rp. 75 juta + Rp 25 juta = Rp. 100 juta.

Resiko sendiri juga berlaku disini. Jadi nilainya akan berkurang setelah dikurangi dengan nilai resiko sendiri. Sisanya akan dimasukkan dalam kas perusahaan asuransi.

Warranty

Warranty adalah hal-hal khusus yang harus dipatuhi oleh tertanggung agar jaminan asuransi dapat tetap dicover.

Biasanya pihak penanggung memberikan warranty ini agar pihak tertanggung dapat selalu berhati-hati agar tidak ceroboh dalam berkendara. Tentu hal ini demi keselamatan tertanggung juga di dalam berkendara. Juga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab tertanggung terhadap mobil tersebut.

Contoh warranty.

1) Tertanggung tidak boleh berkendara dengan kecepatan di atas 100 km/jam

2) Tertanggung harus selalu memakai sealt bealt atau sabuk pengaman

3) Tidak boleh melewati daerah tertentu karena rawan pencurian mobil

dan lain sebagainya.

Warranty ini biasanya diketik dan dilekatkan di dalam polis asuransi dan harus dipatuhi oleh pihak tertanggung.

Namun ada kalanya tertanggung juga harus teliti ketika pihak penanggung memberikan warranty yang tidak wajar. Ada suatu ketika warranty yang tidak begitu wajar, seperti berikut :

1) Klaim akan berjalan jika kerugian terjadi saat parkir di dalam garasi mobil sendiri.

Hal ini tentu membingungkan. Karena mana mungkin kendaraan tersebut akan selalu parkir di dalam garasi sendiri. Karena mobil tersebut juga digunakan bepergian kemana-mana yang juga tentunya parkir tidak selalu di garasi sendiri.

2) Klaim akan diganti jika nilai kerugian di atas 5 juta.

Warranty ini juga tentunya tidak wajar. Karena jaminan all risk, tentu yang wajar resiko sendirinya adalah minimal Rp. 250.000 atau 10% dari nilai kerugian, mana yang lebih besar.

Warranty ini akan dilekatkan di dalam polis asuransi yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari polis.

Hal-Hal Lainnya Yang Perlu Diperhatikan

Berikut ini beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam proses berjalannya asuransi mobil

1) Pertanggungan rangkap.

Jika terjadi pertanggungan rangkap, maka semua penanggung harus mengetahuinya dari awal yaitu dengan dicantumkan di dalam polis asuransi. Jika terjadi klaim, maka ganti rugi akan dibagi secara proporsional kepada seluruh penanggung tersebut.

Contoh :

Mobil A diasuransikan di 10 asuransi, maka seluruh penanggung tersebut harus tahu hal itu dan jika terjadi kerugian, maka nilai kerugiannya harus dibagi rata seluruh penanggung.

Misalkan terjadi klaim sebesar Rp. 10 juta, maka jika masing-masing dari penanggung asuransi memiliki proporsi bagian 10%, maka ganti rugi klaim akan dibagi rata sebesar proporsi bagian tersebut. Sehingga sesuai dengan contoh ini, masing-masing penanggung akan menanggung sebesar Rp 1 juta.

2) Penanggung tidak mengganti penurunan nilai.

Yaitu jika terjadi penurunan nilai suatu spare part mobil misalnya, maka penurunan nilai tersebut tidak diganti.

Contoh saat awal pertanggungan, nilai spion mobil kurang lebih Rp. 5 juta, dan kemudian menurun di beberapa bulan berikutnya saat terjadi klaim sekira Rp. 4,5 juta, maka nilai ganti ruginya adalah sebesar Rp. 4,5 juta.

3) Resiko sendiri sebesar kurang lebih Rp. 250.000,00 atau 10% dari nilai kerugian. Resiko sendiri wajib dilekatkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama bagi tertanggung saat terjadi klaim.

4) Masa berlaku asuransi mobil biasanya dalam jangka waktu 1 tahun, walau boleh kurang atau lebih dari masa tersebut. Hal ini tentunya sesuai dengan perjanjian di awal penutupan asuransi.

5) Pihak tertanggung boleh mengajukan penghentian asuransi tersebut. Dan jika disetujui oleh pihak penanggung, maka pihak tertanggung akan diberikan prorata pengembalian premi yang besarnya memperhitungkan antara jangka waktu yang telah berjalan dan jangka waktu yang belum berjalan serta jangka waktu yang belum berjalan.

6) Calon peserta asuransi harus memberikan informasi yang sebenarnya tentang penggunaan mobil dan lain sebagainya. Jika terjadi pelaporan info yang tidak benar, dapat menyebabkan klaim ditolak.

Contoh : Mobil tertulis digunakan untuk penggunaan pribadi. Tetapi ternyata digunakan untuk usaha taksi yang disewakan kepada orang yang berbeda-beda. Hal ini tentunya sangat rawan terjadi pencurian atau bahkan penggelapan.

7) Sisa barang yang telah diganti kerugiannya akan menjadi pihak penanggung asuransi. Barang-barang tersebut kemudian akan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi nilai ganti rugi klaim.

Contoh : Klaim bamper depan yang rusak, kemudian diganti bamper baru. Maka bamper lama akan menjadi milik penanggung.

Beberapa Istilah Di Bidang Asuransi Mobil

1) Tabrakan atau benturan adalah terjadinya kontak fisik antara mobil yang diasuransikan dengan barang atau benda lain yang berada di luar fisik badan mobil tersebut.

2) Perlengkapan standar adalah segala sesuatu yang ada di mobil tersebut yang sengaja dilekatkan saat pembuatan mobil tersebut.

Contoh : adanya spion, ban cadangan belakang, rak atas, pelindung kaca, dan lain sebagainya yang sudah ada saat pembelian mobil tersebut ketika masih dalam kondisi baru.

3) Penggunaan pribadi adalah mobil tersebut digunakan untuk kepentingan sehari-hari untuk diri tertanggung sendiri dan keluarga.

Contoh : digunakan untuk pergi ke kantor, untuk jalan-jalan dengan keluarga, untuk antar jemput anak, dan lain sebagainya.

4) Penggunaan komersil adalah mobil tersebut digunakan untuk usaha yang menghasilkan uang.

Contoh : disewakan kepada orang lain untuk segala kepentingan, sebagai jasa untuk angkutan barang, untuk usaha taksi, dan lain sebagainya.

5) Penggunaan dinas adalah mobil tersebut digunakan untuk urusan dinas kantor.

Contoh : untuk mengantar jemput kerja pejabat tertentu, untuk survey lapangan, untuk acara-acara kantor, dan lain sebagainya.

Sebenarnya masih banyak istilah-istilah bidang asuransi mobil yang perlu diketahui. Kami hanyak mencatumkan istilah-istilah yang banyak digunakan dalam penutupan asuransi kendaraan mobil.

Kesimpulan

Asuransi mobil merupakan salah satu bisnis asuransi yang berkembang cukup signifikan setiap tahunnya. Hal ini tentu memberikan kesempatan bagi pihak perusahaan asuransi untuk lebih mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar lagi. Bagi bagian marketing atau agen asuransi, tentunya memiliki kesempatan yang lebih untuk memasarkan asuransi kepada banyak pihak, baik itu pelaku usaha mobil atau pemilik mobil secara individu.

Leave a Comment

comments powered by Disqus